News & Info

ARROHMAHPUTRI.sch.id — SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menyambut kedatangan santri baru.

Protokol itu diberlakukan setibanya mereka di pesantren. Orang tua dan keluarga pengiring hanya boleh mengantarkan putrinya hingga di halaman depan pesantren. Tidak diperkenankan masuk asrama dan segera meninggalkan pesantren setelah selesai mengantarkan putrinya.

Kepala Humas SMP-SMA Ar-Rohmah Putri, Sardinia Damayanti, mengatakan bahwa tiap santri baru yang datang wajib bermasker, cuci tangan, cek suhu badan, mandi di kamar mandi yang telah disediakan dan ganti baju. Barang bawaan mereka juga disemprot dengan disenfektan.

“Tidak kalah penting santri baru itu harus menunjukkan surat hasil rapid tes. Bagi yang hasil rapid tesnya non reaktif yang diperbolehkan masuk ke pesantren,”ujarnya.

Selain itu, kondisi fisik mereka juga harus betul-betul sehat. Tidak merasakan flu, batuk, demam dan memiliki riwayat penyakit dengan resiko tinggi.

Menurut Ustadzah Nia, sapaan akrabnya, dokumen lain yang juga wajib dibawa adalah surat karantina yang ditanda tangani oleh orang tua masing-masing. Surat itu sebagai bukti bahwa mereka telah melakukan isolasi mandiri selama dua pekan di rumah.

Usai check in, para mujahidah itu menuju kamar atau ruang karantina yang telah ditentukan. Mereka didampingi oleh musrifah menata almari dan barang bawaan. Selain mulai dikenalkan dengan lingkungan pesantren, kondisi kesehatannya akan diobservasi tiap hari.

Untuk menjaga imunitas tubuh, para santri baru tersebut juga diharuskan membawa dan mengkonsumsi vitamin C, E, madu, makanan atau minuman bergizi dan suplemen kesehatan lainnya.

Berlangsung selama dua pekan, kedatangan para santri baru tersebut dibagi menjadi empat tahap. Yakni ; pada tanggal 18 – 19 Juli 2020 untuk jenjang SMP dan tanggal 25 – 26 Juli 2020 untuk jenjang SMA. (Kontributor : Akaren Tukat | Editor : Hery P.)

Related Article:

Author: Ar-Rohmah Putri

Leave a Reply