News & Info

Kegiatan MABIT dilaksanakan pada 9 dan 10 Maret 2018 yang diikuti oleh 142 santri kelas 12 SMA Ar-Rohmah Putri. MABIT merupakan kegiatan rutin kelas 12 menjelang USBN dan UNBK. Dengan padatnya kegiatan di kelas 12 seperti, bimbingan belajar dan berbagai ujian yang harus mereka hadapi. Kegiatan Mabit ini diharapkan mampu memberikan motivasi kepada santri untuk tetap menjaga konsistensi dari aspek spiritual, adab, dan akademik. Hal ini mampu menumbuhkan rasa kemandirian, tanggung jawab, dan solidaritas.

Dilan Dilema Akhir Kelulusan Ar-Rohmah Putri 1

DILAN merupakan tema yang sengaja diambil dari kegiatan Mabit kelas 12. Tema ini cukup menarik dan akrab di kalangan remaja seperti mereka. Dilan di sini bukanlah sosok yang romantis atau puitis yang sering dibicarakan oleh banyak orang khususnya kalangan remaja. Namun, istilah dilan yang kita pakai di sini, tidak serta merta kita ambil begitu saja. Namun, Dilan yang kita ambil di sini memiliki arti dilema akhir kelulusan. Masa-masa yang sedang dialami oleh kelas 12 sekarang ini sangatlah cocok menggambarkan apa yang dirasakan oleh santri kelas 12.

Jumat 9/3 pukul 09.00 semua santri kelas 12 berkumpul di lapangan depan gedung Muhammad untuk apel pemberangkatan menuju tempat Mabit di Villa Hamsa, Junrejo Batu. Pembicara pada apel pemberangkatan Mabit adalah ustadz Agung.

Dilan Dilema Akhir Kelulusan Ar-Rohmah Putri 2

Perjalanan santri menuju tempat Mabit sekitar 1,5 km ditempuh dengan jalan kaki. Semangat dan antusias para santri menikmati perjalanan pagi itu. Rasa lelah tak sedikit pun tergambar dalam raut wajah mereka. Yang ada dalam diri mereka rasa semangat dan ikhlas untuk mendapat ridho Allah SWT. Setelah sampai di tempat Mabit, para santri bergegas untuk sholat Dhuhur dan makan siang. Dilanjutkan dengan games yang didalamnya mengandung pesan tersirat bahwa tentang pentingnya semangat, kerja keras, kerjasama, saling membantu, rasa solidaritas, kekeluargaan, kebersamaan, dan lain-lain.

Dilanjutkan materi yang diisi oleh umi Ina. Rasa solidaritas tinggi yang tampak pada angkatan 6 ini tergambar jelas, ketika mereka dibagi ke dalam beberapa sie, seperti sie acara, konsumsi, dan korlap. Mereka sangat kompak dan saling membantu antara teman satu dengan teman yang lainnya. Malam harinya penampilan dari angkatan 6 yang membuat para ustadzah dan teman-temannya terpukau akan penampilannya. Sampai-sampai terbawa suasana, akhirnya mereka tak bisa membendung air mata.

Keesokan harinya, setelah sholat lail dilanjutkan acara renungan. Renungan ini dipandu langsung oleh ustadzah-ustadzah akademik dan diniyah. Mereka merenungi tentang kesalahan apa saja yang telah dilakukan selama ini. Tak lupa juga para ustadzah menampilkan puisi berantai yang didalamnya berisi pesan yang sangat mendalam tentang apa yang telah dialami selama ini.

Suara Hati dari Gurumu Tercinta
Anakku, kehidupan ini tak lain adalah hamparan samudera luas
Kita renangi dan kita selami kedalamannya
Untuk mencari tiram di dasarnya,
Ku akui meski jalan yang kita lalui penuh dengan rintangan
Namun akan kita untai mutiaranya menjadi sesuatu yang indah

Selalu ada yang bermakna pada setiap kehadiran dan pertemuan
Dengan bahtera tulus Dengan kebersamaan kita berlayar
Untuk saling menjaga dan saling percaya
Dan saat ini..
Saat di mana kita harus lalui waktu
Waktu dimana kalian harus mulai maju
Maju untuk harapan baru
Mungkin saat ini kita akan berpisah
Namun semua itu hanyalah sementara
Karena aku dan kalian akan kembali dan harus kembali
Bukan untuk sekedar mengenang dan melihat
Puing-puing masa lalu bersama kalian
Namun karena kalianlah salah satu serpihan hati kami
Kalianlah satu mimpi kami
Meski berat hati ini mengungkap
Meski tak kuasa mata ini membendung
Kami harus rela
Rela melepaskan kalian demi menjadi seseorang yang tangguh di luar sana

Kami sayang kalian
Kami akan selalu bersama kalian dalam asa dan rasa
Bahagia kalian adalah bahagia kami
Sedih kalian adalah kesedihan kami

Pesan kami ….
Saling mencintailah kalian karena NYA
Saling menginggatkanlah kalian dalam keridhoan NYA
Melangkah bersama di jalan NYA
Menapaki lika-liku kehidupan

Ingin kami
Tangan ini akan selalu mengenggam erat jalan kalian
Rindu ini tak hanya kami yang rasakan…
karena akan semakin berat jika sendiri…

Biarkan hari hari ini diisi dengan ….
Bayangan senyum kalian…
Hiasan langkah pasti kalian…
Lantunan nada dari sajak alunan suara kalian…
Karena semua kenangan ini tak mudah kami lupakan begitu saja.
Perpisahan ini hanyalah kefanaan
Kelak kita akan bertemu dikeabadian
Menikmati indahnya surga bersama-sama.

“Tenang saja, perpisahan tak menyedihkan, yang menyedihkan adalah bila habis itu saling lupa” #MabitHexaDilan

Author: Ar-Rohmah Putri

Tinggalkan Balasan