News & Info

ARROHMAHPUTRI.sch.id — Hijrah itu perkara agung. Ujian yang menyertainya pun juga sebesar gunung. Saat berhijrah, seseorang harus berpayah-payah. Mempertahankan keistiqomahan agar tetap berada di jalan yang diridhai oleh Allah SWT.

Itulah sebabnya hijrah membutuhkan bekal, agar bisa istiqomah. Hijrah membutuhkan pengorbanan. Karena setiap peralihan pasti ada sesuatu yang harus ditinggalkan.

Seperti layaknya sahabat-sahabat Nabi saat diperintahkan untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah. Mereka rela meninggalkan apapun yang dimiliki, keluarga, harta, dan negerinya. Mereka bersabar pula dengan segala kesulitan dan rintangan yang dihadapi.

Begitulah seharusnya seseorang yang berhijrah, lapang hati meninggalkan setiap hal yang akan menjauhkan diri dari ridha-Nya. Dan selanjutnya semangat untuk bangkit, menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Setelah itu, seseorang yang berhijrah perlu selalu bertawakal. Menjadikan Allah sebagi satu-satunya tempat untuk bersandar. Bukan mengandalkan harta, jabatan, pikiran dan kemampuan sendiri, dan sebagainya.

Bekal selanjutnya ialah tidak berhenti belajar. Tidak pernah lelah mencari ilmu. Selalu merasa haus dan kurang akan ilmu agama. Sebab tanpa ilmu iman kita tidak akan meningkat. Dan ilmulah yang akan mengiringi setiap ibadah yang dilakukan.

Terakhir, sifat rendah hati harus meliputi seseorang yang berhijrah. Sebab penyakit orang yang baru berhijrah adalah sombong. Merasa dirinya lebih baik daripada orang lain.

Jangan sampai berhijrah namun hanya pindah dosa. Meninggalkan dosa-dosa yang membuat Allah tidak ridha. Pindah ke dosa yang Allah tidak akan ampuni, yakni kesombongan. (Hp/Rep/Hms)

Related Article:

Author: Ar-Rohmah Putri

Leave a Reply