Adab Belajar di Ar-Rohmah Putri

“Dialah Allah yang mengajarkan manusia dengan perantara pena.” ( Qs. Al-Alaq : 4 )

Ilmu adalah cahaya dari Allah SWT yang hanya dapat diperoleh dengan pendekatan yang benar atau apa yang disebut dengan adab. Tanpa adab, tidak ada ilmu yang dapat diterima.

1. Istiqomah.

Belajar adalah ibadah, karena tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena merupakan ibadah, seperti halnya shalat, maka pencapaian ilmu tidak akan sah tanpa mensucikan kalbu dari kotoran dan sifat-sifat buruk. Membersihkan prilaku dan ruh dari kotoran atau hal-hal yang dapat membelokkan seseorang dari tujuannya inilah yang disebut dengan istoqomah

2. Tuma’ninah.

Tuma’ninah adalah ketenangan hati, tidak tergesa-gesa. Ketergesa-gesaan hanya akan menutupi kejernihan pikiran dan merusak konsentrasi. Konnsentrasi ini penting, karena ilmu tidak akan memberikan sebagiannya kepada seseorang, sebelum seluruh dirinya ia berikan kepada ilmu tersebut. Pikiran yang terbagi kepada berbagai perkara yang bermacam-macam,ibarat sungai yang airnya terbagi-bagi. Sebagian diserap ke tanah,sebagian menguap ke udara, sehingga petani tidak mendapatkan sisanya. Jadi tuma’ninah berarti berfokus pada ilmu dan mengurangi urusan-urusan dunia.

3. Percaya dan hormat kepada guru

Terhadap guru, hendaknya ia bersikap seperti tanah tandus yang mendapatkan hujan lebat. Seluruh tanah itu menyerap dan dengan segala potensinya, ia menerima hujan itu. Adapun yang diisyaratkan guru kepadanya sehubungan dengan studinya, hendaklah ia mengikutinya. menjaga rahasianya, tidak menjelek-jelekkannya, melainkan memuliakannya, menghormatinya, memberikan imbalan yang sederajat dengan amalnya, serta memaafkan segala kekurangannya. Jika murid tidak lagi percaya dan hormat pada gurunya, maka proses pendidikan itu pada hakekatnya tidak lagi dapat dilanjutkan. Karena itu, ketaatan murid kepada guru merupakan suatu kemuliaan dan patut diupayakan oleh setiap murid.