News & Info

ARROHMAHPUTRI.sch.id – Agenda overseas ke International Islamic University of Malaysia (IIUM) meninggalkan kesan yang mendalam, Senin (2/9). Tak hanya karena eloknya arsitektur bangunan. Atau pun luas kampusnya yang lebih dari 900 hektar. Melainkan kultur keilmuan yang nampak kental dan kuat di setiap denyut universitas.

Menjelajahi tiap sudutnya seakan rihlah ilmiah dan memutar sejarah. Seolah kembali ke zaman kejayaan Islam di masa lampau. Betapa ilmu itu dijunjung tinggi, dimuliakan dan berada di puncak peradaban. Tak dibedakan pula antara ilmu umum maupun agama. Sebab muara semua ilmu itu hanya bersumber dari Sang Kuasa.

Tanpa disadari, gairah menuntut ilmu pun otomatis tumbuh dan membara dalam diri seluruh santri dan guru pendamping. Ibaratnya, telah tertular aura positif dari IIUM.

Lebih lagi, rombongan SMP-SMA Ar-Rohmah Putri mendapat sambutan hangat dan penuh kekeluargaan oleh Amirul Firdausi, Ph.D. selaku International Office Affairs. Dalam sambutannya, Doktor Amirul sapaan akrabnya, mengucapkan selamat datang di kampus IIUM. Ia pun menjelaskan dengan gamblang semua hal tentang kampus yang berdiri di Gobak, Negara Bagian Selangor tersebut.

Kunjungan kian menarik saat dua orang mahasiswa asal Indonesia berbagi kisahnya selama kuliah di Universitas Islam Antar Bangsa Malaysia itu.

Rif’at Abdillah, mahasiswa S1 jurusan ilmu politik asal Yogyakarta. Menurutnya, pengalaman tinggal di pesantren sejak SMP, menjadi bekal berharga saat ia menjalani perkuliahan di IIUM. Tidak kaget dan cepat adaptasi dengan aktivitas di kampus. Sebab kondisi di kampus tak jauh beda dengan tempaan yang diterima selama nyantri dulu. Bulan depan pun akan diwisuda pertanda gelar S1 telah diraihnya.

Senada dengan Muhammad Rajiv Syarif, mahasiswa doktoral asal Aceh yang kini mengambil jurusan ilmu politik. Ia meraih gelar S1 di Banda Aceh, barulah S2 hingga sekarang di Malaysia.

Menurutnya, kuliah di IIUM itu tidaklah ringan. Namun dibilang sangat berat juga tidak. Asal mempunyai niat yang lurus dan tekad yang kuat, semua rintangan dalam perkuliahan bisa dilalui. Selain itu, seluruh elemen kampus pun terkondisi mendukung penuh dalam proses perkuliahan.

Seluruh peserta overseas pun antusias menyimak paparan mereka berdua hingga akhir. Beragam pertanyaan diajukan untuk lebih menggali informasi dan pengetahuan. Mulai soal beasiswa hingga menu makan sehari-harinya.

Di akhir acara, kedua belah pihak saling berbagi cinderamata. Ustadz Hudzaifah perwakilan dari IIUM memberikan jubah kebesaran kepada Ustadz Rully Cahyo Nufanto selaku ketua rombongan Overseas Malaysia-Singapura 2019. Jubah itu sebagai simbol eratnya jalinan silaturahim yang kini telah terjalin. (Hery Purnama/Humas)

Related Article:

Author: Ar-Rohmah Putri

Tinggalkan Balasan