News & Info

Malang – Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur menggelar Jambore Pandu Putri Hidayatullah Jawa Timur di Bumi Perkemahan Coban Rondo Malang pada 17-19 Oktober 2018.

Mengusung tema “Bersama Pandu Hidayatullah, Wujudkan Muslimah Mandiri dan Berprestasi” kegiatan itu diharapkan melahirkan muslimah-muslimah tangguh yang siap menjadi pioner-pioner perubahan di masyarakat.

Ketua Panitia kegiatan, Dyah Eka Puspitasari, menyampaikan bahwa jambore itu sebagai ajang silaturahim, membangun kebersamaan dan kemandirian bagi santriwati Hidayatullah se-Jawa Timur.

“Kemampuan akademik baik umum dan diniyah juga diasah di jambore ini. Tidak hanya kegiatan fisik saja,” ujarnya.

Jambore tersebut diikuti sekira 400 peserta yang berasal dari sekolah-sekolah di bawah naungan Pengurus Wilayah Hidayatullah Jawa Timur. Terdiri dari murid SD/MI kelas IV sampai kelas VI, murid SMP/MTs dan murid SMK/MA.

Dalam upacara pembukaan itu sekaligus dilakukan pelantikan Pengurus Wilayah Pandu Putri Hidayatullah Jawa Timur. Dyah Eka Puspitasari dilantik oleh Ketua Pusat Pandu Hidayatullah sebagai ketua untuk periode 2018 sampai 2020.

Upacara pembukaan itu juga dimeriahkan beragam atraksi menarik. Diantaranya koreografi morse penampilan dari santriwati SMA Ar-Rohmah Putri Boarding School Malang.

Tidak kalah menarik atraksi yang ditunjukkan Tabina Mada. Santriwati kelas 8 SMP Ar-Rohmah Putri yang jago memanah. Dua bidikan anak panahnya dari jarak sekira 30 meter tepat menembus dua balon yang terikat di pohon pinus. Meletusnya balon membuat banner simbol jambore tersingkap dan berkembang. Jambore Pandu Putri Hidayatullah Jawa Timur pun resmi dimulai.

Selama di Coban Rondo tersebut seluruh peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dikemas edukatif, rekreatif, inspiratif dan religius. Antara lain : ta’aruf dan fun game, lomba cerdas cermat, mencari jejak dan lomba jasadiyah, lomba tsaqofah (tahsin dan tahfizh), kreatifitas fi’ah dan lomba kemuslimahan.

Meskipun berada di tengah hutan pinus yang lebat, ibadah sholat lima waktu berjamaah tetap ditegakkan. Wirid dan sholat lail pun tidak ditinggalkan. (Hery Purnama/Humas)

Author: Ar-Rohmah Putri

Tinggalkan Balasan