Kurikulum Pendidikan

Ar-Rohmah Putri menerapkan 3 kurikulum pendidikan.

Pertama, Kurikulum Nasional (Depdikbud). Struktur, buku ajar, tata kelola (manajemen), dan sistem penilaian merujuk kepada standar yang telah ditetapkan dan diakreditasi oleh BAN S/M (Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah).

Kedua, Kurikulum Diniyah Khas Hidayatullah. Santri dididik memahami ilmu-ilmu fardhu ‘ain seperti aqidah, fiqh, dan Al-Qur’an; sekaligus ilmu-ilmu fardhu kifayah seperti nahwu, shorof, dan ushul fiqh. Setiap santri akan menempuh 6 jenjang Mubtadi’ dan Mutawassith (setara kelas VII SMP sampai XII SMA). Dalam sistem ini, santri akan dibimbing untuk mengkaji dan mengkhatamkan 21 kitab klasik dan modern, yaitu Adab Guru dan Murid (Ibnu Jama’ah/Alimin Mukhtar), Al-’Aqidah Ath-Thahawiyah (Abu Ja’far Ath-Thahawi), Mukhtashar Syu’abil Iman (Al-Baihaqi/Al-Qazwini), Muqaddimah Fi ‘Ulumil Qur’an, Tafsir As-Sa’diy (sebagian), Tafsir Ringkas 5 Surah Pertama yang Diturunkan, Al-Arba’in An-Nawawiyah, Riyadhus Shalihin (An-Nawawi), Minhatul Mughits Fi ‘Ilmi Mushthalahil Hadits (Hafizh Hasan Al-Mas’udi), At-Tadzhib Fi Adillati Matn Al-Ghayah Wat Taqrib (Abu Syuja’/Musthafa Dib Bugha), Al-Waraqat Fi Ushulil Fiqh (Imamul Haramain Al-Juwaini), Durusul Lughah Al-’Arabiyah (Madinah, Dr. V. Abdurrahim), Muqarrar ImlaWal Khoth, Matn Al-Ajurumiyyah (Ibnu Ajurum Ash-Shinhaji), Al-Amtsilah At-Tashrifiyah (KH Ma’shum Seblak), Syarh Al-Kaylani, Nurul Yaqin Fi Siratil Sayyidil Mursalin (Khudhary Bek), Qishashul Anbiya’ (Ibnu Katsir), Fiqh Sirah (Ramadhan al-Buthi), Tilawah Qur’an Metode Ummi, dan Terjemah Qur’an Metode GranD MBA. Santri juga dibekali skill baca kitab gundul dan metodologi pembelajaran (didaktik-metodik, teori & praktik).

Ketiga, Kurikulum Kepengasuhan Khas Hidayatullah. Kepengasuhan santri di Ar-Rohmah Putri didesain sebagai bimbingan praktis dan aplikatif untuk mengamalkan Islam dalam keseharian santri. Kultur, fasilitas, tata tertib, jadwal hidup dan kegiatan santri didesain sebagai satu kesatuan proses penanaman nilai-nilai dan ajaran Islam ke dalam kepribadian mereka, seperti menomersatukan Allah, kepatuhan kepada syariat, ketaatan kepada pemimpin, budaya thalabulilmi, hidup berjamaah dan toleransi, kejujuran dan integritas diri, kedisiplinan, kebersihan diri dan lingkungan, kemandirian, kepedulian dan empati, manajemen dan leadership, dan kesederhanaan. Gerakan Pandu Hidayatullah (GPH) termasuk di dalamnya.