News & Info

Pagi yang cerah ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72. Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan tersebut, semua ustadz/ustadzh dan santri SMP – SMA Ar-Rohmah Putri Malang mengadakan Upacara Peringatan 17 Agustus 1945.

Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan belakang Gedung Raihanah di ikuti oleh sekitar 1300 peserta, bertujuan untuk menumbuhkan semangat perjuangan, pantang menyerah, persatuan dan kesatuan, disiplin, bekerja sama dalam satu tim dan jiwa merdeka dari penghambaan kepada selain Allah. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para pahlawan – pahlawan muslim dalam meraih kemerdekaan. Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Tanamkan Jiwa Merdeka dengan Laa Ilaaha Illallah”.

Related Article:

Peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-72 diawali dengan prosesi Upacara Bendera kemudian dilanjutkan dengan perlombaan (game) oleh para santri dan ustdzah untuk menambah semangat, kekompakan dan keceriaan. Seperti lomba (game) yel yel, cerdas cermat, kerjasama, halang rintangan, menatap masa depan, dan lainya.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Ustadz Rully Cahyo Nufanto, beliau menyampaikan bahwa “saat ini Bangsa kita sudah genap berusia 72 tahun. Jika Di ibaratkan manusia, usia 72 tahun merupakan usia yang sudah sangat dewasa serta sudah sewajarnya melewati beberapa fase dalam hidup dan kehidupan, sehingga Bangsa ini harus menjadi bangsa yang maju, bermartabat dan senantiasa dalam ridho Allah SWT”. Beliau melanjutkan bahwa “Dalam pandangan kita, kemerdekaan itu bukan hanya sekedar diukur dari terbebasnya sebuah bangsa dari kejahatan para penjajahan kolonial. Tetapi lebih dari itu, kemerdekaan hendaknya diawali dari keterbebasannya sebuah Aqidah serta pola pikir diri kita atau bangsa dari mengikuti hawa nafsu”.

Kalimat Laa ilaaha illallah artinya tidak ada sesembahan yang benar dan berhak untuk disembah kecuali hanya Allah saja. Makna kalimat ini sesungguhnya adalah pembebas semua yang ada dalam diri manusia kecuali hanya kepada Allah SWT. Kita yang lagi belajar di pesantren ini juga demikian, Allah sebagai satu-satunya dzat yang maha penolong hidup ini. Disaat senang, bahagia, gembira, sedih, capek, menderita dan jauh dari orang tua, maka pasrahkan semuanya kepada Allah SWT untuk menjaga apa yang ada dalam diri kita, saudara dan keluarga. Inilah konsep merdeka yang sesungguhnya”, lanjut beliau.

Termasuk juga bangsa ini diharapkan menggunakan makna Laa ilaaha illallah sebagai spirit pembebas (kemerdekaan) terhadap semua permasalahan yang sedang dihadapi, untuk kemudian menjadi bangsa yang maju, berprestasi, adil dan makmur dalam ridho illahi”.

Semoga dari rahim pendidikan SMP – SMA Ar-Rohmah Putri Malang lahir generasi yang Taqwa, Cerdas dan Mandiri sebagai bagian dari perjuangan membangun Peradaban Islam. aamiin…
Wallahu a’lam bi showab…

Author: Ar-Rohmah Putri

1 Comment

Leave a Reply