News & Info

Olimpiade. Kata yang identik dengan kompetisi antar intelektual ini makin marak seiring langkah liar zaman. Dari yang berskala kecil hingga internasional. Dari IPA hingga sosial-budaya. Sambung menyambung, membentuk mata rantai yang teramat panjang dalam konstelasi edukasi.

Olimpiade Dakwah Meniti Risalah Merajut Ukhuwah 2

Lantas, sedemikian sempitkah makna olimpiade ini? Sekedar bersaing, menyebut juara, lalu membusung bangga dengan reputasi juara?

Barangkali tak banyak yg mengenal santri Ar-Rohmah Putri yg ‘berlaga’ di olimpiade Bahasa Indonesia Se Jawa Timur beberapa waktu lalu. Yang mana separuh dari 10 finalis masuk babak semi final adalah mereka. Yang bangga dengan pekik takbir memesona, hingga audien terpana, saat hampir separuh dari 6 finalis babak final lagi-lagi mereka. Yang tak risih berorasi lantang meski jilbab terjulur panjang.

Related Articles:

Olimpiade Dakwah Meniti Risalah Merajut Ukhuwah 1

Yang setiap olimpiade, adalah dakwah.

Di era yang makin karut-marut ini, tempaan untuk mendakwahkan risalah bukan lagi cambukan yang melepuhkan badan, atau cercaan yang menghantam iman. Maka mereka memilih menggenggam erat dakwah dengan menyampaikan meski satu-dua penggal ayat dalam orasi mereka. Atau berjuang untuk menang, membuktikan di mata dunia kehebatan umat islam yang sesungguhnya.

Olimpiade Dakwah Meniti Risalah Merajut Ukhuwah 5

Maka santri Ar-Rohmah Putri ini tak hendak menebar bom teror seperti yang diisukan beberapa oknum di media sosial. Mereka hanya hendak berkarya demi menumbuhkan ukhuwah di kalangan umat tercinta ini.

Bila belajar adalah ibadah, maka prestasi adalah dakwah.

Sungguh, jalan berliku ini masih teramat panjang.

TAKBIR!!! ALLAHUAKBAR!!!

#Arfita

Author: Ar-Rohmah Putri

Leave a Reply