Program Takhassus & Dauroh Qur’an

Intensive Program for Memorizing Qur’an

Rasulullah shallallahualaihi wasallam menegaskan bahwa muslim terbaik adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. Aplikasinya bisa dalam bentuk belajar-mengajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta menekuni ilmu-ilmunya dan memahami isinya.

Ar-Rohmah Putri berkomitmen untuk mengamalkan sabda Rasulullah tersebut. Setiap santri dibimbing agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan menghafal 3 juz (kelas regular) dan 10 juz (kelas tahfizh). Tidak hanya di situ, dibuka pula 2 program intensif tahfizhul Qur’an dengan seleksi ketat.

Pertama, Program Takhassus (SMA 4 Tahun). Program ini diperuntukkan bagi santri yang memiliki kemauan dan bakat menghafal Al-Qur’an dalam waktu tertentu. Rasio musyrifah/muhafizhah dan santri dibuat lebih kecil untuk menjamin mutu dan ketuntasan program. Tahun pertama digunakan untuk pematangan bacaan dan penyelesaian setoran hafalan, kemudian proses muraja’ah dan itqan dibimbing selama 3 tahun berikutnya bersamaan dengan mereka menyelesaikan jenjang SMA & Madrasah Diniyah Mutawassithah. Diharapkan pada akhir tahun ke-4 santri sudah mampu meraih sanad tahfizh. Program ini sedang dikembangkan lebih lanjut menuju kaderisasi da’i dan ulama’. Kuota tiap tahun sangat terbatas.

Kedua, Dauroh Qur’an (30 Juz 1 Tahun). Program ini dibuka untuk umum bagi lulusan SMA/MA/sederajat atau rentang usia 17-22 tahun. Selain menghafal Al-Qur’an, para santri Dauroh Qur’an juga dibekali dengan kajian-kajian ringan seputar adab, aqidah, fiqh, dan siroh nabawiyah. Dibuka untuk putra dan putri dalam kuota terbatas, dengan asrama dan pembimbing terpisah. Tersedia beasiswa bagi yang memenuhi syarat dan siap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dan untuk memotivasi para santri maupun orangtua, pada akhir marhalah (jenjang madrasah diniyah, per 3 tahun) akan diselenggarakan Ujian Terbuka (UTER). Segenap santri dari kelas 3 dan 6 akan diuji secara terbuka di bidang hafalan Qur’an, hafalan hadis dan membaca kitab gundul. Walisantri/orangtua diperbolehkan menguji putrinya sendiri dalam momen ini.