News & Info

ARROHMAHPUTRI.sch.id — SMP-SMA Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam menyambut kedatangan para santri, Ahad (5/7).

Protokol kesehatan itu diberlakukan setibanya para santri di pesantren. Menggunakan sistem drive thru , para orang tua hanya boleh mengantarkan putrinya hingga di depan gerbang.

Selain bermasker, cuci tangan dan cek suhu badan, tiap santri wajib mandi di kamar mandi yang telah disediakan dan ganti baju. Barang bawaan mereka pun juga disemprot dengan desinfektan.

Sardinia Damayanti selaku Kepala Humas mengemukakan, kelengkapan yang tidak kalah penting harus ditunjukkan oleh santri adalah surat hasil rapid test.

“Jika hasil rapid tesnya non reaktif, santri yang bersangkutan diperbolehkan kembali ke pesantren,”ujarnya.

Dokumen lain yang juga wajib dibawa adalah surat karantina yang ditanda tangani oleh orang tua masing-masing. Surat itu sebagai bukti bahwa mereka telah melakukan isolasi mandiri selama dua pekan di rumah.

Kondisi kesehatan para santri juga menjadi perhatian utama. Mereka harus membawa dan memgkonsumsi vitamin C, E, madu dan makanan atau minuman bergizi setiap hari untuk menjaga imunitas tubuh. Kondisi fisiknya juga betul-betul harus sehat. Yakni ; tidak merasakan flu, batuk, demam dan memiliki riwayat penyakit dengan resiko tinggi.

Setelah semua persyaratan tersebut terpenuhi, barulah mereka bisa masuk pesantren. Menempati ruang karangtina dan akan diobservasi kesehatananya setiap hari.

Ustadzah Nia, demikian akrab dipanggil menambahkan, kedatangan para santri tersebut dilakukan bertahap tiap pekan mulai tanggal 21 Juni 2020 lalu.

“Harapannya di bulan Agustus mendatang seluruh santri sudah kembali ke pesantren,”pungkasnya. (Kontributor : Akaren Tukat | Editor : Hery P.)

Related Article:

Author: Ar-Rohmah Putri

Leave a Reply