Sejarah Ringkas

Welcome to Ar-Rohmah Putri! Pesantren Hidayatullah Malang.

Keberadaan Ar-Rohmah Putri Malang tidak bisa dilepaskan dari Pesantren Hidayatullah yang didirikan Ustadz Abdullah Said di kampung Teritip Gunung Tembak Balikpapan (Kaltim) pada 02 Dzulhijjah 1392 H bertepatan 07 Januari 1973 M. Seiring waktu, beliau mengirim para santrinya untuk berdakwah ke seluruh penjuru Nusantara dan membangun pesantren. Saat ini Pesantren Hidayatullah telah bermetamorfosa menjadi Ormas dan memiliki sekitar 300 cabang.

Pada 28 Nopember 1986 didirikan cabang baru di daerah Kejawan Putih Tambak, Kec, Mulyosari Surabaya, yang dirintis oleh 6 orang mahasiswa yang saat itu sedang menyelesaikan studinya. Mereka adalah Abdurrahman (Unair), Hamim Thohari (IKIP/Unesa), Elvenus Yahya (ITS), Rahmad Rahman (Unair), Sulaiman (ITS), dan Chusnul Chuluq (IKIP/Unesa).

Selanjutnya sekitar 1988-1989, Cabang Surabaya mengirim santrinya, Ir. Hamam, untuk mulai merintis cabang di Malang. Inilah cikal bakal Ar-Rohmah. Setelah itu, sepanjang periode 1989-1994, secara bergantian Ar-Rohmah dipimpin oleh Ust. Abdullah Sholeh, kemudian Ust. Nurhadi, dan akhirnya Ust. Ali Imron.

Lembaga pendidikan formal mulai dirintis pada periode kemepimpinan Ust. Ali Imron, karena sebelumnya masih berupa panti asuhan dan para santri bersekolah di luar sesuai jenjangnya. Hal itu ditandai dengan pendirian Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah dan dicatatkan pada notaris Faisal Abdullah Waber, SH; No. 17, tertanggal 26 Maret 1996. Segera setelahnya, berturut-turut dibuka SMP (1996) dan SMA (1997) untuk santri putra. Pada masa ini sebetulnya juga sudah dibentuk semacam Ma’had ‘Aly, namun tidak berlanjut.

Saat ini (2018) Kampus Putra telah menempati lahan seluas 3.5 ha di Dusun Semanding,  Desa Sumbersekar, Kec. Dau; dengan 767 santri setingkat SMP-SMA, lengkap dengan seluruh fasilitas pendukung dan SDM pengelolanya.

Pada 2004 mulai dirintis pondok putri karena dirasakan semakin meningkatnya respon dan permintaan masyarakat yang ingin menyekolahkan putrinya di Hidayatullah. Sampai tahun itu, Pesantren Hidayatullah Malang memang baru bisa menerima santri putra.

Dimulailah perintisan kampus putri dengan membeli tanah seluas 700 meter persegi, dengan dana pinjaman maupun wakaf dari donatur, berlokasi sekitar 1 km arah selatan Kampus Ar-Rohmah Putra namun masih di dusun yang sama. Lahan ini semula berupa kebun jeruk, sehingga pada masa-masa awal masih bisa dipanen oleh para santri, pengasuh maupun tamu yang berkunjung, sebelum akhirnya dibongkar total. Lembaga ini diresmikan dengan membentuk Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putri yang didaftarkan pada notaris Suprapto Subowo, SH; No. 5, tertanggal 07 Oktober 2005. Belum ada sekolah formal pada masa ini.

Selama rentang waktu 2005-2007, mulai dirintis lembaga pendidikan formal. Pertama adalah KB-TK (2005), dengan memboyong KB-TA Auliya dari Kampus Putra ke Kampus Putri, karena seluruh pengajar adalah ummahat sehingga kurang pas jika tetap digabung di dalam kompleks Kampus Putra. Bersamaan dengan itu, namanya diganti menjadi KB-TA Ar-Rohmah, demi kesinambungan dan kemudahan dalam urusan administrasi ke depan. Kelas-kelas pertamanya masih menggunakan ruang semi permanen/saung dari bahan bambu/kayu. Kepala sekolahnya adalah Ustdh. Komalasari. Saat diboyong, jumlah santri KB-TK sudah cukup banyak, karena sebetulnya telah eksis sejak tahun 1999/2000.

Diantara donatur yang berperan besar dalam masa perintisan ini adalah Bpk Aun Abdullah Baroh (Surabaya), Ibu Ayu (Sri Rahayu) & Bpk Gatot sekeluarga (Malang), Bpk dr. Supriyadi (Malang-Nganjuk), Ibu Hj. Nadhifah Hakim (Malang), dan Ibu Hj. Dahniar (Malang), Ibu Hj. Takruni (Malang), Ibu Hj. Suwantin Ismail (Malang), Ibu Hj. Aminah Soekardji (Malang), dan Bpk. H. Rizal Asnan (Malang).

Pada 2007, dibuka SD Alam Ar-Rohmah dan SMP Ar-Rohmah Putri “Boarding School” secara bersamaan. Alhamdulillah, masing-masing dipercaya mendidik santri sebanyak 32 orang (SD, dua kelas kecil) dan 28 orang (SMP, satu kelas). Mereka inilah para santri angkatan pertama.

Selama masa perintisan ini, tim inti yang terlibat adalah: Ust. Moh. Arifin, Ust. Zaenal Musthofa, Ust. Mahzum Syuhadak, Ust. Nanang Noerpatria, Ust. Muh. Syuhud, Ust. Abdullah Warsito, Ust. M. Fathul Munir (alm), Ust. Sohibuttijar, Ust. Fahmi Ahmad, dan Ust. Alimin Mukhtar. Adapun tim inti kepengasuhan santri adalah Usth. Ir. Hj. Najat Sakinah, Usth. Vikana, Usth. Wiwin Windawati, Usth. Muawanah. Pada masa ini belum ada sekolah formal. Para santri masih bersekolah di luar pondok.

Tidak lama kemudian Ust. Ahmad Suhail diboyong dari Surabaya untuk memimpin SD dan SMP yang baru dibuka tersebut. Tahun 2008, Ust. Imam Malik bergabung dan diamanahi memimpin SD, setelah sebelumnya dirangkap oleh Ust. Ahmad Suhail (kepala SMP). Alhamdulillah, perkembangan masing-masing sekolah semakin pesat.

Untuk menyederhanakan struktur dan kordinasi, tim inti perintis dibagi menjadi Tim Hardware dan Tim Software. Tim Hardware menangani penyediaan fasilitas-fasilitas fisik berupa lahan, bangunan gedung, mebelair, dan sarana-prasarana fisik lainnya, serta mengelola keuangan dan usaha/bisnis. Sedangkan Tim Software menangani penyusunan konsep, kurikulum, sistem & manajemen proses, rekrutmen & pembinaan sumberdaya insani, kesekretariatan, kehumasan serta jaringan (networking).

Masing-masing tim bekerja menyelesaikan programnya, terkadang terpisah dan terkadang bersama-sama. Untuk sinkronisasi, seluruh anggota tim inti bertemu secara rutin seminggu sekali, dalam Mabit yang diisi rapat, shalat malam berjamaah, dan seringkali dilanjutkan dengan kerjabakti, olahraga, atau silaturrahim kepada donatur dan tokoh-tokoh masyarakat.

Mulai tahun 2009/2010, LPI Putri membuka SMA Putri, yang merupakan kesinambungan dari SMP. Sebagian besar dari 72 santri awalnya berasal dari jenjang SMP yang memilih melanjutkan SMA tetap di dalam naungan Pesantren Hidayatullah Malang.

Seiring kepercayaan umat yang semakin besar, pada tahun 2013 dibuka SMP-SMA Program Tahfizh 6 Tahun khusus untuk putra. Pembangunan sarana-prasarana fisik dimulai setahun sebelumnya, berlokasi 1.5 km ke arah barat dari Kampus Putra 1 dan Putri, tepatnya di Dusun Precet, Desa Sumbersekar.

Adapun untuk santri putri, program tahfizh Qur’an dibuka sebagai kelas-kelas khusus melalui seleksi, dengan harapan menyelesaikan minimal 10 juz dalam tiga tahun (SMP/SMA). Mulai tahun 2018 dibuka pula Program Takhassus SMA 4 Tahun untuk putri, yang mana 1 tahun pertamanya dikhususkan untuk menghafal Al-Qur’an 30 juz dan 3 tahun berikutnya untuk muraja’ah yang beriringan dengan program regular SMA (Depdikbud). Angkatan pertama program ini menerima 16 santriwati.

Bersamaan dengan itu pada 2018 dibuka pula Program Dauroh Qur’an 1 Tahun (30 Juz) untuk umum (putra dan putri, usia 17-22 tahun). Angkatan pertama menerima 15 santri putri dan 17 santri putra.

Ke depan, Ar-Rohmah bercita-cita untuk membuka lembaga pendidikan setingkat kolese dan Perguruan Tinggi. Saat ini sedang mempersiapkan infrastruktur maupun sumberdaya yang dibutuhkan. Semoga Allah memudahkan.